Endonesia Tersinggung
July 16th, 2008 OKNO Posted in Humor | No Comments »
ENDONESIA TERSINGGUNG
Barisan Superhero US menolak masuk Indonesia<br><br>Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di ibukota dewasa ini, pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal penawaran kerja kepada sejumlah superhero dari negara paman Sam.
Proposal ini menawarkan suatu bentuk kerjasama dimana para superhero diminta kesediaannya untuk bekerja di Indonesia dalam kerjasama dengan Mabes Polri untuk memerangi kriminalitas yang marak terjadi di kota2 besar Indonesia, khususnya Jakarta.<br><br>Tetapi tidak diduga sejumlah besar superhero MENOLAK ajakan kerjasama ini. Berikut adalah alasan penolakan tersebut, yang mana membuat Indonesia & nbp; tersinggung berat:
- BATMAN (Bruce Wayne). Bruce Wayne menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan yang terlalu dibuat-buat. Alasannya adalah dia keberatan menaggung pajak impor Bat-Mobile ke Indonesia. Bayangin aja pajak impor mobil mewah yang selangit, apalagiuntuk Bat-Mobil yang secanggih itu;
- SPIDERMAN (Peter Parker)<br>Parkerjuga menolak ajakan kerjasama …
Sumber : http://paryo.multiply.com/reviews/item/6
Wayang Wong
July 16th, 2008 OKNO Posted in Culture, Umum | No Comments »Dening Kang Teguh alias Kangdoel saking NOWO MULTIPLY
PHOTOS ALBUM/LAYAR BEBER |
| Wayang Wong | by Teguh for everyone |
|
Wayang Wong adalah satu lakon pewayangan yang diperankan oleh orang atau artis dan diyakini sudah ada sejak abad 18. Wayang sendiri merupakan salah satu pertunjukan seni sebagai sarana penggambaran alam pikiran orang Jawa yang dualistik. Ada dua hal yang saling bertentangan, berbeda yakni baik dan buruk, segi lahir dan batin, halus dan kasar yang bisa dilambangkan dengan Pandawa & Kurawa. Keduanya bersatu dalam diri manusia Jawa untuk mendapatkan keseimbangan.
Ciri khas wayang Jawa adalah pada lakon Goro - goro. Di dalam episode Goro - Goro, ini dalang bebas berekspresi mengungkapkan ide yang " nyempal" dari alur cerita utama. Lakon goro - goro seringkali digunakan untuk menyampaikan kritik - kritik sosial yang disampaikan secara ringan dan segar melalui para tokoh Punakawan; Semar, Gareng, Petruk & Bagong. |
|
kangduljoni wrote on Jul 16
okno said
Sumonggo kemawon, pakdhe….
|
Klakson : Perekat Kekerabatan Warga Sliyeg
July 16th, 2008 OKNO Posted in Culture, News, Umum | Comments OffDiposting oleh : Yudi David at Multiply
Klakson, Klasik Sing Dermayon, adalah program favorit di RTS (Radio Tambak Sari), Kecamatan Sliyeg, Indramayu. Klakson dibawakan dengan bahasa Jawa Indramayu oleh Diana Bleret, seorang seniman lokal, yang menjadi penyiar RTS. Lewat gaya bicaranya yang memancing tawa, Klakson mendapat tempat di hati warga.
RTS merupakan salah satu cikal bakal radio komunitas di Kabupaten Indramayu. Radio ini telah berdiri pada tahun 1991 dan ikut membidani lahirnya Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI). Blered sendiri baru bergabung di RTS baru sekitar dua tahunan. Awalnya, Ia menawarkan program promo bagi albumnya Embe Brekele yang diproduksi oleh Windu Suara Record, Cirebon. Album itu berisi lagu-lagu tarling yang berisi lagu-lagu jenaka. Sayang, penjualan album tersebut tidak meledak di pasaran, seperti layaknya penyanyi satu angkatannya Aas Rolani lewat album mabok bae.
Setelah promosi album, Bleret jatuh hati pada RTS, sehingga secara sukarela ia mau menjadi salah satu penyiarnya. Menjadi penyiar radio komunitas jelas berbeda ketika ia menjadi artis. Namun, rasa cintanya pada RTS membuatnya bertahan menjadi penyiar hingga saat ini.
"Orang hidup itu yang penting berkarya. Mempunyai banyak banyak teman adalah kebahagiaan yang tidak ternilai harganya," ujarnya.
Selain siaran, Bleret membantu jaringan radio komunitas di Indramayu membuat berbagai iklan layanan masyarakat yang diproduksi bersama-sama. Selain itu, ia menjadi guru bagi warga yang ingin mengembangkan bakat seni di dunia tarik suara dan lawak. Warga Sliyeg bahkan memberikan nama panggilan "Bunda" pada Bleret sebagai penghargaan atas ketulusannya memberikan ilmu pengetahuannya tanpa pamrih.
Dalam acara Klakson, ia mengembangkan bahasa Dermayon menjadi bahasa yang indah dan komunikatif. Bleret menyadari bahwa bahasa Dermayon telah banyak ditinggalkan oleh masyarakat setempat karena dianggap pinggiran dan ketinggalan jaman. Menurutnya, hal itu hanyalah pelabelan negatif yang tidak dapat dibuktikan.
"Tidak banyak anak muda yang mampu berbicara dengan bahasa Dermayon dengan lancar, mereka lebih menyukai bahasa Indonesia karena malu disebut kampungan. Pengalaman saya mengelola Klakson sebenarnya bahasa Dermayon mampu menjadi perekat kekerabatan warga, banyak kosakata di bahasa Dermayon yang sulit tergantikan oleh bahasa lainnya," lanjutnya.
Kunci kesuksesan Klakson adalah kedisiplinan Bleret mengolah kata-kata Dermayon menjadi ungkapan yang menyentuh hati dan memancing empati. Hasilnya banyak pendengar yang datang ke studio karena ingin bertemu dengannya meski ia tidak siaran. Tak sedikit yang membawa makanan dan minuman kepadanya ketika tengah siaran.
Kerat kayu tempat kampret, ingat Indramayu sebut Bleret (yossy)
http://paryo.multiply.com





kepaksa tak sedot kopi ndisik baru bisa cetha 




































